hujan..entah kenapa bisa sangat suka hujan..suasana,kelembaban udara, wangi udara semuannya adalah hal yang aku suka ketika hujan turun menyirami tanaman yang bahkan tak pernah disiram, mengguyur anak-anak yang sengaja bermain ketika hujan datang hingga datanglah senyuman dimana-mana karena hujan.
tinggal di satu perkampungan yang banyak dilewati kendaraan umum, jalan raya didepan rumah, halaman yang luas,dipenui pepohonan yang belum begitu besar, rumah yang asri, mushala, gazebo, hingga kolam ikan yang indah..itu semua ada di rumahku yang berada di perkampungan. rumah yang paling mudah dicari di sekitar situ karena rumah ini terlalu besar untuk ukuran rumah yang ada disekitarnya.
saat ini sedang turun hujan, karena itulah aku punya semangat dan begitu banyak ide yang terlintas dipikiranku. aku bukan penulis yang terkenal,tapi sangat suka menulis. tapi aku pastikan kalau aku adalah penulis, yah itu adalah sebuah cita-cita. paling tidak aku sendiri tau kalau aku adalah seorang penulis, itu sudah cukup untuk saat ini.
"mungkin hujan mampu membuat orang tertawa bahagia, mampu menyirami tanaman yang kering, mampu menunjukkan kegunaannya untuk orang lain. dan suatu saat akupun akan menjadi hujan yang akan memberikan kebaikan pada semua orang, menunjukan bahwa inilah karyaku dan orang lain membacanya dengan wajah gembira..". hujan masih turun,sepertinya akan lama."ane!ane!"
panggil ibuku yang sedang didapur." ya??"jawabku keras masih didalam kamar."ane!" ibuku terus memanggil."iya..kenapa?"jawabku keras dan masih dalam kamar."ane! dipanggil ko ga ngehampirin??"tanya ibuku yang ternyata sudah ada didepan pintu kamarku yang terbuka. terlihat sosok wanita paruh baya yang wajahnya cukup cantik untuk ukuran ibu rumah tangga, gemuk tapi tidak gendut,tidak pendek tapi juga tidak tinggi,normal untuk ukuran badan wanita, dimukanya ada tahi lalat yang akhirnya tahi lalat itu turun ke anak-anaknya,terutama aku, yang paling banyak mewarisi tahi lalatnya."bukannya tadi udah bilang apa?"sahutku. "kalau mama panggil itu kamu nyamperin mama..mesti dikasih tau berapa kali sih?"kata ibuku."iya..iya..,memangnya ada apa?"jawabku.
bersambung..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar